Roda posisi sepak bola
Enam belas posisi dari kiper sampai penyerang, masing-masing dijelaskan di bawah. Pelatih SSB memakainya untuk merotasi pemain supaya setiap anak mengenal seluruh lapangan, bukan hanya satu posisi.
SpaceputarCtrl+Enterputar sambil mengetikFlayar penuh
Satu isian per baris. Tambahkan *3 setelah nama untuk memberi peluang tiga kali lipat.
Pemenang muncul di sini, yang terbaru di atas.
Warna
Daftar siap pakai. Ubah sesukamu: perubahan tetap di perangkat ini, dan Reset mengembalikan yang asli.Buka di roda utama →
Tugas setiap posisi
| Posisi | Tugas utama |
|---|---|
| Kiper | Menghalau tembakan, mengatur pertahanan, satu-satunya pemain yang boleh memegang bola (di dalam kotak penalti). |
| Bek tengah | Menjaga area tengah di depan gawang, merebut bola, dan memulai serangan dengan umpan sederhana. |
| Bek kanan / Bek kiri | Menjaga area sayap dan membantu serangan di sepanjang garis samping. |
| Wing-back | Menjelajah seluruh sisi lapangan dalam formasi tiga bek, menyerang sekaligus bertahan. |
| Libero | Bermain di belakang bek lain dan menyapu bola yang lolos. Jarang dipakai di sepak bola modern. |
| Gelandang bertahan | Melindungi lini belakang, memutus serangan, dan menjaga umpan tetap sederhana. |
| Gelandang tengah | Menghubungkan pertahanan dan serangan, paling banyak berlari. |
| Gelandang serang | Bermain di belakang penyerang dan menciptakan peluang. |
| Gelandang kanan / kiri | Menjaga lebar lapangan dalam lini tengah yang sejajar dan ikut turun bertahan. |
| Sayap | Menyerang dari sisi lapangan dengan kecepatan dan dribel, lalu mengirim umpan silang atau menusuk ke dalam. |
| Penyerang tengah | Pencetak gol utama, bermain paling depan. |
| False nine | Penyerang yang turun ke lini tengah untuk menarik bek lawan keluar dari posisinya. |
Merotasi posisi di sepak bola usia dini
- Pangkas roda sesuai format. Untuk 7 lawan 7 dengan formasi 2-3-1, sisakan Kiper, Bek kanan, Bek kiri, Gelandang kanan, Gelandang tengah, Gelandang kiri, dan Penyerang tengah. Untuk 9 lawan 9 dengan 3-2-3, sisakan Kiper, Bek kanan, Bek tengah, Bek kiri, Gelandang bertahan, Gelandang serang, Sayap kanan, Penyerang tengah, dan Sayap kiri.
- Sebelum setiap babak, putar untuk setiap pemain dengan Hapus pemenang setiap selesai putar aktif, lalu Reset untuk babak berikutnya.
- Anggap posisi kiper sebagai sukarela: kalau anak yang kebagian tidak mau jaga gawang, izinkan dia bertukar. Ganti kiper minimal setiap babak selama pemain masih belajar.
- Catat singkat siapa main di mana. Dalam satu musim, setiap pemain sebaiknya sudah mencoba bertahan, lini tengah, dan menyerang.
Cara lain memakainya
- Tantangan posisi saat latihan: putar satu posisi, lalu pemain menyebut satu tugas posisi itu saat bertahan dan satu saat menyerang sebelum latihan dimulai. Melatih pemahaman permainan untuk umur 9 ke atas.
- Nonton pertandingan: setiap orang memutar satu posisi dan hanya memperhatikan pemain itu selama sepuluh menit, lalu menceritakan apa yang dia lakukan saat tidak memegang bola.
- Pelajaran PJOK: untuk siswa yang baru kenal sepak bola, putar posisi untuk pertandingan 5 lawan 5 supaya pemain yang percaya diri tidak selalu mengambil posisi penyerang.
Tanya jawab
Di umur berapa pemain sebaiknya menetap di satu posisi?
Banyak pelatih usia dini merotasi posisi sampai sekitar umur 12–14 tahun, supaya pemain mengembangkan kemampuan menyeluruh sebelum berspesialisasi. Pemain yang lebih tua tetap mendapat manfaat dari mencoba peran baru saat latihan.
Apa yang dilatih setelah memutar?
Pilih latihan yang sesuai posisi: umpan dan sentuhan pertama untuk gelandang, bertahan satu lawan satu untuk bek sayap, penyelesaian akhir untuk penyerang. Kamu juga bisa menulis menu latihan di roda kedua lalu memutarnya bergiliran.
Bisakah membagi pemain ke tim dulu?
Bisa. Pakai pembagi tim acak untuk membuat tim yang seimbang, lalu putar posisi di dalam setiap tim.